Cupcakes untuk Dirga(II)

Masih pesanannya Dirga nih....


Lion


Two Colours


Dotty

Cupcakes untuk Dirga(I)

Cupcakes berikut adalah pesanan Dirga, temen sekantor Anita. Hmm, seneng deh, gara2 kue bisa dapat teman baru. Karena tidak ada request khusus, saya putuskan membuat 8 macam disain untuk 4 lusin cupcakes.


Rosette


Flowers on Grass


Greeny


Red Swirl


Simple flower

Cupcakes untuk ulang tahun teman2nya damai

Dua hari berturut-turut Damai dapat undangan ulang tahun mendadak dari tetangga dekat rumah. Karena tak ada ide dan kesempatan untuk mencari kado, saya putuskan membuat cupcakes sederhana untuk Damai bawakan buat temannya yang ulang tahun. Serba minimalis nih...



Proll Tape Keju

Masih proll tape seperti sebelumnya, tapi ada ekstra keju di proll tape ini. Keju parut segar(tidak dipanggang maksudnya...:)) yang dijadikan topping.


Rp 33.000.-
ukuran 30x10x4 cm

Proll Tape

Paduan rasa tape, butter dan susu, dilengkapi gurihnya keju tabur,membuat cake lembut ini menggoyang lidah. Dijamin, makan sepotong tidak akan pernah cukup. Kalau perlu, satu loyang dimakan sendiri, hehehe

Ini pesanannya fitri. Ceritanya mau pesan buat hari raya idul fitri, tapi mau coba dulu rasanya. Puji Tuhan, cocok dan disuka suami, bos dan teman2nya...

Rp 30.000,-
ukuran 30x10x4 cm

Roti Kentang



Sebelumnya minta maaf ya... nggak bermaksud ganggu yang puasa, cuma hatiku lagi bahagia banget nih, karena ini roti pertamaku yang bisa dibilang bikin aku puas.
Akhirnya, setelah 4 kali gagal membuat roti, aku bisa menikmati roti yang menul2 empuk hasil karya sendiri. Bedanya sama roti biasa, ini roti kentang. Resepnya dapat dari tabloid Saji edisi kue2 berumbi.

Tadinya semalaam mau bikin kukis, tapi mata ngantuk berat sementara bahan makanan untuk hari ini sebagian harus diolah malam karena pagi ini rencana ke gym. Sepulang kerja karena damai nggak tidur2, aku ajak aja ke pasar, beli sayuran. Sampai di rumah cuma nyusu sebentar langsung pules. Begitu damai tidur, aku langsung ke dapur, mencuci semua sayuran untuk disimpan di lemari es. Setelah semua bersih, termasuk piring2 kotor semua sudah kucuci, aku meracik bahan2 membuat tahu kukus sayuran. Setelah siap, aku cuci beras, nyiapin rice cooker dan siap memasak 2 in 1. Jadi di bawah masak nasi, di atasnya aku taruh tahunya, hehehe, ditinggal deh nyiapin bahan2 buat sayur hari ini.

Aku masih sibuk nyiangi sayuran, papanya Damai pulang, sekitar 21.30, tanya jadi bikin kuker nggak. Aku bilang, sebenrnya pengen bikin roti, tapi kayaknya nggak sempet nguleni. Ternyata papa menawarkan diri. Ok deh, aku siapin semua bahan, papa tinggal nguleni. Sambil nonton tukul, kami sibuk dengan pekerjaan masing2. Papa nguleni, aku merajang sayuran buat dimasak pagi.

Ternyata gemes deh melihat cara papa nguleni. Setelah sayuran beres aku ganti nguleni. Tiba2 terpikir memberdayakan hand mixer philipsku. Si philip bekerja sebantar, aku masukkan margarin, philip masih bekerja. Selanjutnya kuambil alih lagi. Sementara menunggu fermentasi, papa sudah ngantuk berat. Aku suruh tidur aja si papa. Tapi papa pesan, kalo rotinya matang minta dibangunkan. Kupikir hanya tinggal nunggu 30 menit, dikempiskan lalu didiamkan 10 menit lagi dan dipanggang. Ternyata oh ternyata, mesti didaamkan 75 menit lagi, huahahaha... ya sudah kutinggal tidur saja, tapi pasang alarm.

Jam setengah 2 bangun, manasin oven, tunggu sebentar lalu panggang. Aku panggang di loyang muffin, jadinya lucu kan, kayak jamur, hehehe.

Puji Tuhan, pas anak2 keliling bangunin saur, rotiku matang. Aku bangunin papa untuk lihat hasil rotinya, cicip sedikit lalu tidur lagi, huaaa, contoh tak baik jangan ditiru ya... makan tengah malam ga sikat gigi lagi.

Seneng bener hatiku, pagi2 orang pada puasa, aku sarapan roti subuh2. Damai sarapan roti sama kentang lumat juga masih subuh, hihihi, dah bilang "apan..apan..." (sarapan..sarapan)melulu padahal masih gelap. kebiasaan makan pagi buta soalnya sering ditinggal pagi2. Sarapan pas anak2 seumurnya masih pada molor hehehe...

OIya, warna roti agak kurang rata karena api sempat kepanasan.

Maafkan diriku ya teman2 yang puasa, aku bahagia banget nih soalnya jadi ga sabar posting roti kentangku.. maaf...maaf......

Beli Coklat yuuk...!

Sebentar lagi bulan puasa datang, berarti hanya sebulan menjelang hari raya Idul Fitri. Sajian ringan kue2 kering akan lebih lengkap kalau ditemani coklat praline dari dapur kenari. Bisa juga untuk goody bag lebaran lho... Jadi selain bagi2 uang kecil, akan lebih manis ditambah coklat praline, betul bukan? (Hmm, kalau mau cupcake, minicake, kukis hias, juga boleh pesan di dapur kenari kok).

Untuk coklat praline dalam toples ada beberapa macam isian, selai(lemon, blueberry, strawberry), keju, kacang (mete, kenari) dan karamel.



praline dalam tabung mika, isi 100 gr
praline dalam toples kotak, isi 150 gr
Harga:
Rp 10.000 dan Rp 20.000(isi selai)
Rp 12.000 dan Rp 24.000(isi kacang)




Selain praline dalam toples ada pula berbagai bentuk praline lucu dengan stick.
Dapur Kenari juga menerima request khusus lho...



Cup Cakes and Chocolate


Masih ada sisa cup cake di rumah. Supaya lebih cantik dan pantas diberikan ke tetangga, saya hias sedikit dengan buttercream dan coklat praline. Jadi cantik kan?

Birthday Cupcakes for Subuh






Cupcake kali ini untuk Subuh, suami Anita yang berulang tahun hari ini. Kemarin Anita sempat bingung, mau pesan cupcake, minicake atau birthday cake sekalian. Saya katakan, kalau minicake saya tidak sanggup membuat dalam jumlah banyak. Untuk birthday cake yang direquest sepertinya saya juga kesulitan dengan beberapa bahan. Akhirnya tetap cupcake, sebanyak 50 buah, rasa vanilla, coklat dan kopi. Untuk frosting, Anita minta warna warni yang meriah.

Pukul 19.30 Damai sudah tidur, papa juga ikut tidur. Saya segera menyiapkan perlengkapan perang dan mulai membuat kue. Sambil masih memanggang, pukul 10 saya mulai menghias cupcake dan selesai pukul 12.30. Kali ini jauh lebih cepat daripada hari sebelumnya yang harus meembuat adonan ekstra pengganti kue bantet karena gas habis. Karena hari ini harus berangkat pagi2 maka cupcake2 itu harus dikemas semalam. Karena itu pula foto-foto yang diambil sangat kurang cahayanya. Delapan kotak mika isi 6 saya kemas dalam 1 dus besar. Dua cupcake saya kemas dengan mika kecil kecil Untuk dibawa Anita ke kantornya.

Tadi pagi janjian di perempatan Mampang pukul 8.00. Salah satu alasan order dadakan ini tetap diterima adalah karena papa libur hari ini, jadi tidak ada masalah kalau saya harus bolak balik. Setelah cupcake diterima, saya ke kantor, sampai 08.30. Setengah jam kemudian ada SMS dari Anita:

Sil, kue yang di gue udah abis, hehe. Yg buat kantornya subuh kurang pula. Enak sil, gak terlalu manis jadi gak eneg makanya gue abis 2. Lagian gue suka sama bintik2 warna warni itu, lucu rasanya....

Puji Tuhan...

Birthday Cupcakes for Yeye






Yeye, moderator milis Asiforbaby berulang tahun hari ini. Minggu lalu Yeye order 50 cupcakes via YM!. Awalnya tidak ada request khusus untuk hiasannya, maka sudah terbayang bayang di kepala saya akan membuat warna warni ceria tentu ada bunga2 juga di dalamnya. Tapi, seperti dapat membaca pikiran, tiba2 Yeye bilang, jangan warna pink dan jangan bunga2. Wah, untung Yeye bilang. Kalau tidak, bisa jadi dia kecewa waktu terima.

Mebuat cupcakes ini agak heboh. Saya yakin betul seluruh peralatan perang sudah siap. Pukul 20.00 saya mulai membuat adonan buttercake strawberry lalu memangang sekitar pukul 20.30-an. Semua adonan sudah masuk loyang sehingga bowl bisa saya cuci. Selesai mencuci, karena perasaan tidak enak saya langsung tengok api kompor dan...nyalanya hanya titik2 redup. Yah... Gas habis! Dengan panik saya telpon papanya damai yang sedang rapat keluarga di rumah Mas Win. Sambil telpon saya jalan ke rumah ibu dan pinjam kompor minyak hock-nya.

Segera saya pindahkan oven ke atas kompor minyak. Saya pun sudah siap kalau batch pertama ini gagal. Ternyata tetap bisa mengembang, tapi kurang sempurna. Saya putuskan untuk membuat lagi buttercake strawberry, tapi nanti saja terakhir. Selanjutnya saya membuat buttercake coklat dan vanilla. Setelah selesai, baru saya buat lagi yang strawberry. Di tengah2 mengocok, damai bangun(sementara di oven masih memanggang yang vanilla). Saya susui sebentar, tidur lagi, tapi tak lama Damai kembali bangun. Akhirnya daripada saya harus membuat ulang, damai yang masih menyusus saya gendong pakai kain. Saya segera ke dapur dan mengeluarkan kue yang sudah matang dengan satu tangan karena tangan kiri sedang menyangga kepala damai. Saya sangat kesulitan, karena pintu oven selalu menutup sendiri. Saya seperti sedang tes kecepatan tangan. Membuka pintu lalu mengeluarkan loyang sedikit demi sedikit sampai akhirnya bisa dikeluarkan semuanya.

Setelah memasukkan loyang berisi adonan saya kembali ke adonan yang sedang dikocok. Ketika mixer nyala, damai terbangun, melepas nenennya dan tiba2 berkata, "iyeh..iyeh..."(kueh...kueh...). Setelah itu mulailah ocehannya, kueh, panas, mau, kueh mama dan banyak lagi. Damai tidak ngantuk lagi, tapi tetap saya gendong karena kalau dilepas bisa hancur berantakan semua. Akhirnya selesai juga sampai loyang terakhir. Saat memanggang yang terakhir inilah Damai minta masuk kembali ke kamar. Saya temani sambil deg2an takut ketiduran. Untung tak lama papanya pulang. Damai pun nurut saat saya minta main dengan papanya. Saya juga minta ijin untuk meneruskan pekerjaan. Papa dan Damai tertawa dan bermain di tengah malam buta itu, pukul 01.30.

Saya segera sibuk menghias cupcakes yang akhrnya selesai pukul 03.00. Saat itu Damai sudah tidur. Saya langsung sikat gigi dan naik ke tempat tidur. Papa malah keluar kamar dan menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.

Pukul 04.30 papa membangunkan saya. Wah, repot, tidak sempat masak karena janjian dengan Yeye pukul 06.30 di kantor Velbak. Tadinya sempat mau masak paling tidak untuk sarapan, tapi saya mencari2 korek api tidak ketemu. Ya sudah, hari ini saya menyerahkan semua pada ibu saya yang baik hati.

Sampai di kantor menunggu Yeye sekitar 20 menit, dan serah terima selesai. Saya langsung berangkat ke gym untuk olah raga. Ngantuk berat sebenarnya, tapi sudah 2 hari saya tidak latihan, tidak rela rasanya kehilangan latihan hari ini.

Selesai olah raga kembali ke kantor dan tersadar kalau belum mengucapkan happy bday untuk Yeye. Saya kirim SMS ucapan selamat ulang tahun. yeye langsung membalas:

Hehe. thx cil! Enak cupcakenya, pas, ga tll manis. Hiasannya bikin temen2ku kagum, hehe. Bos gw lgs ambil 2!kelaperan ktanya :-)


Puji Tuhan... Happy b'day Yeye....Wish U all the best!

Fahmi's Barney Birthday Cake





Birthday Cake ini dipesan oleh
Mila
untuk ulang tahun pertama putra tercinta, Fahmi. Selain BDCK ini, mila juga minta dibuatkan 20 minicakes seperti yang saya buat waktu ulang tahun Damai bulan April lalu.

Rencana bakin sebenarnya hari jumat, malam sabtu, sehingga hari sabtu tinggal menghias. Maklumlah, kerja di siang hari hampir tidak mungkin, karena Damai pasti berkeliaran di sekitar mamanya. Tapi rencana tinggal rencana. Kebetulan minggu ini cukup padat jadi hampir setiap malam saya harus tidur dini hari. Mengerjakan cakenya sih tidak lama, paling jam 11 malam selesai. Tapi, bersih2 dan menyiapakan masakan esok hari memerlukan waktu yang tidak sebentar. Jadilah paling cepat jam 1 aku baru naik tempat tidur. Nah, jam 4 sudah harus bangun untuk menyiapkan makanan seharian.
Nah, jumat malam sepertinya rasa kantuk sudah tertimbun. Berat sekali rasanya. Sepulang dari rumah Mas Win, saya menyusui Damai, dan seperti bisa diduga, saya terlelap sampai pagi.

Saya pun minta maaf dan minta tolong ibu untuk seharian menjaga Damai(padahal sabtu kan harusnya ibu libur). Pertama saya membuat mini spongecake, dua kali mengocok adonan. Selanjutnya baru spongecake untuk BDCK. Setelah itu sempat istirahat sebentar sambil menyusui Damai yang langsung tertidur. Di sela2 pembuatan cake itu juga Damai berkali-kali minta menyusu. BDCK selesai sebelum magrib.

Setelah itu tidak ada break lagi kecuali acara mencari kardus sekitar jam 9 malam. Minicakes selasai dihias pukul 10.30. Fuih, untunglah tidak perlu begadang. Setelah semua dikemas saya berangkat tidur.

Pagi hari bangun dengan segar dan siap2 ke meeting point. Saya dan Mila bertemu di Bintaro Trade Center. Lega, semua lancar. Mila tidak perlu tersasar seperti saat janjian dengan Nana, mama Haura. Waktu itu saya memberi info yang salah sehingga Nana harus keluar di pintu tol ulujami dan berbalik ke pintu tol pondok aren. Kue diterima dengan selamat. Fahmi tidak diajak karena khawatir dengan keselamatan kuenya, hehehe...

Hari ini sms Mila tanya gimana kabar acara ultahnya, sekalian mau minta foto minicakesnya kalau ada. Saya lupa sama sekali tuh untuk mengabadikannya. Gambar minicake di atas adalah minicakes tester untuk Arie
Acaranya ramai, Fahmi langsung tidur setelah acara karena terlalu lelah. Keponakan-keponakan Mila juga rebuatan kue, katanya cakenya lembut dan coklat di dalamnya enak. Puji Tuhan..